Pernikahandalam Kristen via yukristen Berikut beberapa prinsip dasar pernikahan agama Kristen yang perlu diketahui, terutama oleh pasangan muda yang baru menikah atau hendak merencanakan pernikahan. 1. Inisiatif dari Allah Berbicara mengenai pernikahan, kita harus kembali kepada pasangan pertama di dunia, Adam dan Hawa. Jikamengacu pada Undang-Undang, dijelaskan dalam pasal 28 E UUD 1945 bahwa "Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Setiap orang berhak meyakini kepercayaan sesuai dengan hati nuraninya". Dalam konteks Islam, tentu kita boleh saja mengatakan bahwa Kristen itu agama sesat dan tidak diterima di sisi Allah. OrangKristen, misalnya, biasanya melahirkan anak-anak yang dibesarkan di dalam tradisi kekristenan. Ada dua pembagian yang kita akan sama-sama perhatikan dalam pemahaman orang yang pindah agama. Saya tidak akan membahas mengenai orang yang dari lahir sampai akhir hidup agamanya sama. Pindah agama terlebih dahulu, diyakinkan kemudian. No192016, namun jalur hukum ini hanya sifatnya shock terapy, kadang malah membuat luka antar-umat beragama semakin lebar. Seorang anak yang pindah agama karena keretakan keluarganya. Seorang Aktrissenior Yati Surachman mengaku memilih untuk berpindah keyakinan dari Islam ke Kristen sejak usia 12 tahun. Yati Surachman pindah agama gara-gara lihat pohon natal Baca Juga : Alasan Giovanni Tobing Pindah Agama Hingga Kontroversi Priyanka Chopra 5 Artis India Pindah Agama, Nomor 3 Masuk Islam 4k1gr. Claudia Jessica Official Writer Pasangan beda agama, sering menghadapi tentangan, terlebih mereka yang memutuskan menikah dan tetap mempertahankan agama masing-masing. Secara hukum, pernikahan beda agama di Indonesia juga sulit, karena pernikahan yang sah dan diakui hukum harus dilakukan menurut ajaran agama masing-masing. Lalu bagaimana pandangan kristen tentang hubungan beda agama? Pernyataan Paulus dalam 2 Korintus 616-17 sering digunakan untuk mengingatkan mereka yang memutuskan memiliki pasangan yang beda agama, dia berkata seperti ini "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?" Kalimat “Pasangan tidak seimbang” yang dikatakan Paulus itu, dalam bahasa Inggris dituliskan sebagai “unequally yoked”, yang artinya kuk yang tidak seimbang. Pada jaman itu, sebuah kuk akan dipasangkan pada sepasang lembu yang memiliki tinggi yang sama sehingga mereka bisa menanggung beban yang seimbang untuk menarik pedati atau menarik bajak. Jika kamu lebih suka menonton, simak penjelasan lengkapnya DI SINI. Namun jika hewan yang dipasang tidak seimbang, seperti lembu dipasangkan dengan keledai, maka keledai yang lebih rendah dan berjalan lambat membuat pedati atau bajak itu berjalan berputar-putar atau saling berlawanan sehingga tidak bisa menjalankan tugas mereka. Demikian juga pasangan yang tidak seimbang dalam hidup ini, dalam hal ini Paulus merujuk kepada mereka yang mengenal Kristus dan orang tidak percaya. Namun sebelum Paulus berbicara tentang hal ini, Ulangan 71-4 telah berbicara tentang garis batas hubungan dengan mereka yang tidak mengenal Allah dan alasan mengapa Allah tidak mengijinkannya, ayat 2 dan 4 berkata seperti ini "Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki; sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera." Hubungan beda agama pada akhirnya akan menggerus dan menggoyahkan iman seseorang. Ketika kita menggeser posisi Tuhan untuk orang yang kita cintai, maka dia sudah menjadi sebuah berhala dalam hidup kita. Pernikahan dirancang Tuhan sebagai hubungan yang paling intim antara dua insan, sebuah gambaran tentang hubungan antara Yesus dan gereja-Nya. Bagaimana kita bisa menggenapi rencana Allah untuk menjadi gambaran hubungan Allah dan gereja-Nya jika kita menikah dengan orang yang tidak percaya kepada-Nya Pertanyaan ini perlu kamu renungkan dan jawab secara pribadi. Ada beberapa contoh tokoh-tokoh Alkitab yang bisa kita pelajari tentang bagaimana mereka memilih untuk menikahi orang yang berbeda agama, nilai-nilai kebenaran dalam hidup mereka tergerus dan bahkan berujung pada menyembah berhala dan kehancuran hidup. Baca juga Apa Kata Alkitab Tentang Cemburu Tanda Cinta? Bagaimana Cara Mengatasi Cemburu Simson, ia tidak mengindahkan peringatan orangtuanya, dan ia memilih Delila, seorang Filistin dari lembah Sorek untuk menjadi istrinya. Keputusannya itu berujung pada pengkhianatan demi pengkhianatan dari Delila, yang pada akhirnya menjebloskan Simson ke penjara Filistin dalam keadaan buta Hakim-hakim 13-16. Salomo, seorang raja yang hebat dan diberkati Tuhan, namun karena cintanya kepada istri-istrinya ia mengkhianati Tuhan dan menyembah berhala 1 Raja-raja 111-13. Karena keputusan Salomo itu, janji berkat Tuhan berubah menjadi kutuk, dan Kerajaan Israel akhrinya pecah. Konsekuensi yang sangat berat bukan? Mungkin kamu berkata bahwa kamu tidak akan meninggalkan Tuhan sekalipun menikah dengan mereka yang berbeda kepercayaan. Namun, bagaimana dengan anak-anak dan keturunanmu nanti? Bagaimana caramu membesarkan mereka dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, atau nilai-nilai yang dianut agama pasanganmu? Apakah mereka akan mengenal Allah yang kamu sembah? Sama seperti Simson dan Salomo, keputusan mereka tidak hanya berdampak kepada diri mereka saja, tapi atas keluarga mereka, kota mereka dan bahkan bangsa mereka. Ada konsekuensi panjang atas sebuah keputusan yang kamu buat di saat ini. Ada orang-orang yang terdampak oleh keputusanmu, mereka bisa saja keluargamu, anak-anak dan cucumu nanti, bahkan lingkungan sekitarmu. Pertimbangkan baik-baik sebelum membuat keputusan untuk menikah, jadikan firman Tuhan menjadi penuntunmu, dan dengarkanlah nasihat orangtua. Namun bagi kamu yang sudah terlanjur menikah dengan pasangan beda agama, Paulus menasihatkan dalam 1 Korintus 712-14, jangan tinggalkan pasanganmu. Hiduplah dalam takut akan Tuhan dengan sungguh-sungguh, sebab hidupmu menguduskan pasanganmu. Bawa dia dan anak-anakmu dalam doa, jadilah kesaksian yang hidup melalui teladan hidupmu, dan nantikanlah waktunya Tuhan menjamah hidup mereka. Namun ingat, bahwa pernyataan Paulus bagi mereka yang sudah menikah beda agama ini bukanlah sebuah pembenaran untuk melakukannya, karena ada harga yang harus dibayarkan ketika kamu memutuskan untuk melakukannya. Simson dan Salomo saja pada akhirnya jatuh karena hal ini, bagaimana dengan kita? Pasangan hidup adalah seorang penolong yang melengkapi kita dalam menggenapi rencana Allah dalam hidup ini. Pastikan kamu membuat keputusan yang tepat, karena pernikahan dalam Kristen adalah perjanjian seumur hidup. Jika kamu sedang bergumul dengan hubungan beda agama, mari hubungi SAHABAT24 sekarang juga. Konselor kami siap untuk mendengarkan setiap masalahmu dan mendoakanmu. Percayalah bahwa selalu ada harapan dan jawaban di dalam Kristus Yesus. Hubungi WA 0822 1500 2424 atau klik http // Sumber Halaman 1 Murtad sudah menjadi perdebatan bagi para ahli teologi sejak dulu. Definisi murtad masih diperdebatkan sampai sekarang. Ada pihak yang bilang bila pindah dari denominasi Katolik ke Protestan sudah dianggap murtad. Ada juga yang menganggap kalau itu bukanlah murtad. Dalam artikel ini, kita tidak membahas murtad dalam definisi pindah denominasi, melainkan murtad dalam artian pindah agama. Negara membebaskan warga negaranya untuk memeluk agama apapun. Meskipun begitu, warga negara, selain diikat oleh peraturan negaranya, juga diikat oleh norma yang berlaku dalam agama yang dianut, kecuali ateis. Walaupun negara tidak berhak untuk menghukum orang yang murtad dari hukum pindah agama dalam Kristen, orang tersebut tentu akan mendapatkan sanksi sosial dan tentunya akan mendapat ganjaran yang setimpal di hari penghakiman nanti. Lalu, bagaimana Agama Kristen memandang murtad atau pindah agama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, murtad adalah berbalik belakang. Maksud dari makna “berbalik belakang” adalah seorang individu tidak lagi menghadap imamnya dan memunggungi imamnya alias keluar dari sebuah komunitas. Kita tahu bahwa memunggungi orang yang sedang berbicara dengan kita adalah hal tidak beretika sama sekali. Jadi, murtad adalah pindahnya seseorang ke agama lain, seperti orang yang beragama Islam pindah ke Agama Kristen atau orang yang beragama Kristen pindah ke Agama Islam. 1. Murtad akan Membuat Allah Marah Murtad dalam Kristen disebut dengan apostasi yang bermakna pembelotan. Apostasi berarti seseorang dengan sadar sudah melakukan pembelotan terhadap iman Kristen. Banyak ayat alkitab yang menunjukkan bahwa Allah sendiri tidak mengehendaki pemurtadan umatnya. Salah satunya tertuang di dalam Kitab Yeremia 219 “Kejahatanmu akan menghajar engkau , dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.” Murtad dari Agama Kristen itu berarti sudah berarti meninggalkan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Orang yang murtad dari Agama Kristen tentu melakukan itu dengan sadar dan tak ada ketakutan sama sekali. Hal ini tentu akan membuat Tuhan Allah sendiri sangat sedih. Allah sudah memberikan kita karunia yang sangat besar melalui janji penebusan dosa, tetapi kita membuang “tiket” tersebut dan memilih untuk memuja ilah-ilah lain. 2. Orang yang Tetap Murtad tidak Akan Diampuni Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada kita karena Yesus sendiri sudah berjanji akan menebus dosa manusia. Namun, bukan berarti manusia itu bebas melakukan dosa sesukanya. Manusia yang ditebus dosanya adalah manusia yang yakin dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dan Allah yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk manusia. Hal ini tertulis dalam Yohanes 146 “Kata Yesus kepadanya “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Orang yang pindah agama dari Kristen tentu sudah menyangkal hukum pindah agama dalam Kristen. Orang yang tidak mengakui bahwa Yesus merupakan Jalan Kebenaran tentu tidak akan mendapatkan anugerah berupa penebusan dosa. Ibarat sebuah “tiket konser”, orang yang murtad itu adalah orang yang membuang “tiket konser”-nya. Padahal, banyak yang berlomba-lomba ingin masuk ke dalam Rumah Bapa dan hanya sedikit yang dipilih, tapi kita malah membuang kesempatan tersebut. Kamu sudah mengecewakan Tuhan Allah dan saudara seimanmu karena membuang tiket masuk ke rumah Bapa dengan cuma-cuma. 3. Orang yang Kembali ke Yesus Kristus akan Diampuni Murtad memang adalah dosa yang sangat keji di mata Tuhan. Namun, Allah itu adalah sosok yang Maha Pengampun dan Maha Penyabar. Tuhan Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat. Dia tidak akan serampangan langsung menjebloskan umat-Nya yang tersesat ke dalam neraka. Tuhan memang memberikan kita kehendak bebas untuk memilih, tapi manusia harus siap dengan konsekuensinya. Kehendak bebas itu sendiri diberikan oleh Tuhan saat manusia masih hidup di dunia. Jadi, orang yang murtad juga memiliki kehendak untuk kembali ke pangkuan Allah Bapa. Kita tahu kalau apostasi atau murtad itu adalah dosa yang sangat berat. Namun, Tuhan masih memberikan kita kesempatan. Bahkan, dosa orang murtad yang kembali kepada Tuhan Allah itu akan dihapus seperti bulu domba. Ayat itu tertuang di dalam “Marilah, baiklah kita berperkara ! –firman Tuhan – Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”Yesaya 118 Bila dianalogikan, Tuhan Allah adalah seorang gembala. Sementara itu, orang yang murtad adalah seekor domba. Seorang gembala pasti akan sangat marah dan kesal saat dombanya tiba-tiba menghilang. Dalam hatinya juga, muncul rasa khawatir yang sangat mendalam. Gembala itu tentu akan mencari dombanya itu sampai akhirnya ditemukan. Ketika ditemukan, gembala akan begitu bahagia dan kemarahannya pun pudar. Ketika domba tidak ditemukan kembali pada saat waktunya domba itu mati, si gembala tentu akan sangat sedih dan marah. Ketika waktu domba itu memang sudah mati menurut perkiraan sang gembala, maka si gembala tidak pernah mengkhawatirkan dombanya lagi. Untuk kalian yang membelot dari Kasih Allah, apakah kalian mau tidak dianggap oleh Allah di hari pengakiman nanti? 4. Pindah ke Agama Kristen adalah Anugerah Mereka yang pindah dari agama asal ke Agama Kristen tentu adalah hal yang begitu disenangi oleh Allah. Dia begitu bahagia karena domba-domba yang tersesat kembali ke pelukan-Nya kembali. Matius 1920 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Yesus sendiri menyarankan kita untuk mengajak saudara-saudara kita yang lain untuk menjadi bagian dari kita sebagai saudara seiman. Meskipun begitu, kita tetap tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada mereka. Biarlah kehendak Roh Kudus yang terjadi atas teman-temanmu. Wartakan kabar bahagia kepada mereka supaya mereka juga bersama dengan kita di Rumah Bapa suatu saat nanti. Kita tidak boleh menggunakan kekerasan dalam melakukan penginjilan terhadap orang lain. Yesus Kristus sendiri dalam melayani umat-Nya dan memberikan kabar bahagia tidak pernah menggunakan kekerasan fisik dan perang. Sejarah pernah terjadi. Pemaksaan seseorang untuk kembali kepada Yesus pernah terjadi pada saat Perang Salib Albigensian di mana kaum Kataris di Prancis dianggap bidaah dan diminta untuk kembali ke Yesus Kristus. Pemaksaan-pemaksaan ini akhirnya menimbulkan banyak korban tewas. Efek kematian yang begitu banyak di dataran Eropa itu menyebabkan adanya wabah penyakit, berupa Black Death yang hampir menghabiskan hampir setengah populasi Eropa pada abad ke-14. Oleh sebab itu, jangan memaksakan kehendakmu. Minta tolong Roh Kudus untuk mewartakan seperti apa yang tertuang dalam Alkitab. Namun, satu hal yang penting adalah saat ada temanmu yang ingin masuk Kristen, bukan berarti dia bisa langsung dibabtis. Temanmu tersebut harus dibimbing di Gereja supaya imannya asli dan kuat. Proses yang harus dilaui oleh temanmu disebut dengan katekisasi. Selama proses katekisasi, kamu harus membantu temanmu ini untuk memahami Kristen lebih mudah dan baik. Tentu saja, kalian harus meminta karunia Roh Kudus supaya tidak tersesat. Bagaimana Mencegah Kemurtadan dari Kristen Di zaman yang serba canggih ini, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mutakhir. Informasi bisa didapatkan dari mana saja. Bahkan, kita bisa mengakses informasi palsu dengan mudah. Pemurtadan sering terjadi di mana-mana oleh karena informasi palsu tersebut. Ateis dan gereja setan tumbuh subur di Eropa dan Amerika Latin yang merupakan wilayah dengan mayoritas Kristen. Belum lagi, kemunculan aliran sesat seperti Mormon dan Saksi Yehovah yang rajin melakukan penyesatan dari rumah ke rumah, sebagai berikut cara mencegahnya Oleh sebab itu, kamu harus rajin berdoa dan meminta pertolongan Roh Kudus supaya kamu tidak jatuh dalam lembah dosa. Lalu, apakah kamu harus menghindari informasi palsu? Tentu saja tidak. Kamu harus tahu tentang informasi palsu yang disebarkan itu. Kemudian, kamu harus minta bimbingan Roh Kudus untuk mencari kesalahan dalam informasi tersebut. Kamu juga harus rajin untuk melakukan diskusi dengan orang-orang yang memiliki ilmu yang cukup tinggi dalam bidang Teologi. Dengan begitu, iman kamu tetap teguh dalam Kristus. Utamakan skeptis terhadap informasi baru yang kamu dapatkan. Bisa saja informasi itu disebarkan supaya kamu murtad dan menyangkal Ketuhanan Yesus Kristus. Begitulah hukum pindah agama dalam Kristen, setiap orang pernah berdosa, termasuk Rasul Paulus dan Rasul Petrus. Rasul Paulus yang merupakan Ahli Taurat akhirnya pindah agama dari Yahudi ke Kristen setelah diperingatkan oleh Yesus Kristus melalui sebuah penglihatan. Sebelumnya Paulus adalah sosok yang sangat suka melakukan pembunuhan terhadap umat-umat Kristen di Syria Palestina. Rasul Petrus pernah melakukan penyangkalan terhadap Yesus Kristus saat ditanya apakah Petrus mengenal Yesus. Petrus merasa bersalah setelah melakukan penyangkalan tersebut. Walaupun begitu, Yesus justru tidak mengutuk Petrus. Yesus justru memilih Petrus menjadi pemimpin gereja perdana. Kuatkanlah imanmu. Minta bantuan Roh Kudus supaya dirimu tidak menjadi domba tersesat yang tidak tahu arah jalan pulang.

hukum pindah agama menurut kristen